Saturday, July 6, 2013

miss annoying

hari ini spesial. perubahan. mengubahku. mengubah hidup bahkan dunia dan akhirat. seperti yang aku inginkan dan dia dambakan. hari ini dia tak datang. tak memberi pujian. tak ada ucapan selamat. tak ada tangan yang membelaiku lembut. tak memberikan senyumnya.

dia bukannya sudah tiada atau tak ada kabar. yang kau berikan hari ini adalah perasaan bahwa aku pengganggu, bahkan di hidupnya.

mungkin, ah tidak maksudku pastilah, aku salah. menanyakan keberadaan dia dimana. terdengar salah kan seorang kekasih menanyakan keadaan pasangannya? ya, salah besar, khusus di otak dia.

maafkan aku karena telah memberi tahu keberadaan aku dan menanyakan kamu. maafkan aku karena telah mengharapkan kau hadir hari ini bersama mereka yang memberikan senyum terpesona. maafkan aku telah memaksamu untuk ikut andil dalam rencana kejutan ku yang sialan itu

terima kasih untuk hari ini. setidaknya aku tahu, sampai saat ini, bahwa aku benar-benar pengganggu.

Friday, July 5, 2013

the best one isn't the first

Bosan. Suara mesin kereta memenuhi telingaku. Aku diam dengan pikiran yang tak terarah. Aku berpikir akan hari esok, aku menyesali hidupku yang kemarin, dan aku bertanya mengapa aku memikirkan itu semua. Jenuh. Kulihat layar handphone berharap dia segera membalas sms. Handphoneku tak ada peringatan, sepertinya dia sedang bermesraan dengan laptopnya. Apalagi yang harus kuperbuat?

Teringat akan ujian yang Tuhan berikan untukku. Aku sudah sampai batasku, lalu apalagi yang harus kulakukan? Menunggukah? Atau bersenang-senang? Aku teringat pada seseorang yang baru kukenal namun sangat mengesankan. Cepat-cepat aku mengetik nama dia di handphoneku. Taa! Pesan telah terkirim.

Tak lama handphone bergetar. Aneh, pikirku. Biasanya ia selalu memberi  jeda waktu yang lama untuk mengirim sms. Tak sabar aku membuka pesan.

Aku kembali termenung. Tidak, ini bukan karena aku bosan kembali, aku terkejut melihat isi pesan dari orang itu.

Pesannya itu memberiku semangat, membuat aku merasa berguna. Ia pintar bagaimana memberikan arti pada seseorang. Ia tahu bagaimana membuat orang bangun dikala terpuruk.  Bisa dibilang, dia orang yang paling menghargai usahaku. Ia orang yang tak akan membiarkanku lemah karena pikiranku sendiri. Aku terenyuh. Sungguh memalukan memang, air mata jatuh saat perjalanan naik kereta api. Air mataku memang tidak tahu diri.

Sungguh aku kuatkan tenaga untuk membalas pesannya. Lagi-lagi yang bisa kulakukan hanya menetaskan air mata dan mengusapnya.

Aku begitu tersentuh. Diantara orang-orang yang memandangku remeh, membandingkan dengan orang lain, memaksaku merubah diri, kau masih ada untuk membuatku mengerti arti kegagalan. Mengajarkan aku ikhlas.

Sungguh, aku sayang kau. Sayang seperti aku menyayangi kakakku. Sayang seperti kau keluargaku. Kau adalah orang lain yang benar-benar menganggapku adik dan aku suka itu. Tahukah kau? Setiap kuingat dan kudengar omonganmu maka mata ini otomatis kan menangis? Aku terharu mendengar kata-kata bijak dari mulutmu karena dirumah tak ada kalimat nasihat yang didengar.

Ini hanyalah perasaan memuakkan bila dikatakan. Aku tak bisa mengatakannya, kau pasti paham.  Biarkanlah atmosfer yang membuat kita serasa satu keluarga dengan yang lain.

Di akhir waktu kita dan yang lain, aku hanya berharap jangan sampai keberhasilanku nanti membuat kita jauh. Karena aku masih membutuhkan kamu, pikiranmu, dan nasihatmu. Dan karena aku yakin, kita adalah keluarga.


Untuk kalian,
Terima kasih kak

Monday, June 3, 2013

apakah aku...

Aku menangis malam ini. Entah sudah berapa kali mata ini mengedip untuk menjatuhkan air mata.  Siang, sore, dan malam ini pun aku masih sedih. Tenang saja, ini bukan karena kamu sepenuhnya. Kamu nggak perlu percaya diri aku menangisimu.

Aku merenung dan pergi ke masa lalu. Yang ada dalam diriku saat itu adalah hanya aku yang ceria dan keras kepala. Bahagia tentunya.  Aku yang selalu idealis sampai mati pada prinsipku. Aku anti memohon ke teman-temanku. Aku yang tak sudi hidupku diisi dengan bergantung kepada mereka.

Tetapi...

Kemana jiwa yang kuat itu? Kemana jiwa yang bebas itu? Aku disini menjadi lemah. Air mata selalu keluar dengan mudahnya. Aku menurut seperti hewan peliharaan. Aku yang bisa gagal karena mereka. Aku yang selalu takut. Dan, aku yang tak punya pendirian.

Dan ketika aku tahu cinta yang mengubahnya. Aku hanya berlutut, menangis.  Mengapa bisa? Hal tabu yang sering aku remehkan berdampak besar pada pendirianku? Aku yang dulu mencaci maki mereka yang terhipnotis cinta, sekarang menjadi bagian darinya. Aku yang selalu mempercayai cinta hanyalah omong kosong, dan akhirnya malah seperti ini? Terpuruk mati karenanya!

Dari sebelum hidupku ternodai oleh cinta, aku benci hal itu. Sekarang, aku sudah masuk di tengah dunia cinta, aku makin membencinya.

Aku tidak terima ini semua. Aku merasa aku hanyalah orang lemah yang diam di ombak cinta. Terombang-ombang. Tak mengukir nasib sendiri. Persis seperti mereka dulu yang aku tak habis pikir dimana otaknya bisa lemah karena sebuah cinta. Hanya cinta.

Aku telah membuat ikrar antara aku dengan cinta dan Tuhan yang menjadi pendengarnya. Sepertinya, aku kalah dalam pertarungan ini. Sial.

Mengertilah, disini bukan kamu yang mengubah pendirianku. Cintalah yang mengubahnya dan menitipkan dirinya ke kamu. Jadi, buat kamu, nggak perlu membuat gravitasimu menjadi nol sehingga terbang melayang.


Wednesday, May 8, 2013

MAYbe

ini adalah cerita bahagia. ini adalah cerita indah yang menggambarkan kesenanganku pada bulan mei. aku harap cerita ini seperti itu. tetapi, setengah hatiku dibulan mei sudah terbakar. layakkah aku berharap ada kebahagiaan di pertengahan nanti?

seperti sesungguhnya perempuan, bulan kelahirannya merupakan bulan spesial. mereka akan mendapatkan yang mereka idam-idamkan. entah dari keluarga, sahabat ataupun pacar. tepat hari kelahirannya, mereka akan diperlakukan bak seorang putri. sudah pada umumnya, teman-teman remajanya akan membuat dia sedih dan terkejut senang di klimaks karena hadiah yang mereka rencanakan.

perempuan-perempuan itu beruntung, mereka menginginkan barang yang mewah dan Tuhan cepat sekali mengabulkannya. aku mencoba serendah-rendahnya meminta barang murahan yang, mungkin, tanpa harus di hari ulang tahun, mereka bisa membelinya. namun, Tuhan masih tidak mengizinkannya.

aku akan begitu, aku harap. setiap tahun aku selalu berharap begitu, bisa merasakan kesenangan sementara. salahkah? ketika aku ingin menjadi perempuan seutuhnya dan melupakan embel-embel tomboy dalam image ku, aku ingin itu terjadi di hidupku. namun, sangat disayangkan, mereka sudah terlanjur mengenalku dengan image kuat. tak ada hal spesial di hari ulang tahun tak kan menjadi masalah untukku, pikir mereka. aku pun berusaha dengan penuh sandiwara. asal kalian tahu, aku adalah aktris terhebat. separuh hari setiap hari aku habiskan untuk aktingku, dan mereka berhasil aku kelabui.

aku sudah bisa membaca semua ini. "winda sayang, kamu bukan seberuntung mereka yang tiap tahun bahagia. hanya saja, keberuntunganmu sedang dikumpulkan Tuhan untuk sesuatu yang lebih penting." optimisku. miris memang.

dan pertengahan Mei sebentar lagi. jika aku berharap bahagia susah dikabulkan. sekarang aku berharap untuk tidak merasakan apa-apa di hari nanti. tidak ada sedih, tidak ada bahagia. datar. sulitkah permintaanku?

hari ulang tahun selalu datang dengan rasa yang sama setiap tahunnya, tetapi kenapa aku terus meratapi?

disini aku sedang tidak membicarakan manusia yang gendernya lebih umum. aku membicarakn perempuan. jadi, untuk kalian, para lelaki, yang ingin memberi sanggahan. enyahlah! aku tak butuh pendapat dari manusia aneh yang bertingkah laku semaunya sendiri. terima kasih.

Thursday, March 28, 2013

bagian yang hilang


Aku harus melakukan ini. Mencari tahu sendiri, membaca sendiri dan menangis sendiri. Karena aku tahu, lelaki tak akan buka mulut lebar-lebar untuk mendongengkan kisah lalunya.

Aku harus membongkar ini. Melewati batas privasi diantara kita. Kau tak suka? kau yang memilih bungkam dan memaksaku mencari tahu sendiri.

Rasa penasaran memang sangat membahayakan. Namun, bagaimana aku bisa hidup denganmu di masa depan? Bila aku saja tak tahu masa lalumu.

Tenang saja, aku tidak akan memberi akhir cerita cinta kita. Lebih baik aku menangis sekarang karena rahasia itu daripada aku harus bertampang tolol dihadapanmu tanpa tahu apa-apa. Itu bukan lugu, hanya saja terlalu bodoh.

Fakta masa lalu takkan mengubah perasaanku padamu. Hanya saja aku menyesal. Kupikir dia adalah teman baikmu. Nyatanya? Lebih sekedar teman! Atau mungkin kalian bilang hubungan adik-kakak tanpa pertalian darah? Wow, sangat spesial hingga aku tak sadar memberi kepercayaan itu ke kalian. Baguslah, sekarang, aku tahu hubungan kalian. Semoga saja kalimat-tak-lumrah yang dulu kau ucapkan, kini, tak kau ketik kembali.

Aku menangis, entah karena itu bahagia mengetahui semuanya atau karena terlalu menyakitkan fakta yang ada. Mungkin bagimu  ini adalah yang tak penting dan hanya membuang waktu saja bila membahasnya. Itu untukmu, bukan untukku. Kau pikir ini tak berarti karena ini adalah masa lalu yang sudah kelewat basi dan malas untuk membahasnya. Coba ubah sudut pandangmu bila menjadi aku. Ini adalah masa lalu yang berarti karena aku akan menjadi masa depanmu,

Masih adakah lembaran-lembaran kisah lain yang kau simpan kertasnya?
Ceritakanlah, bukankah aku yang selama ini menjadi penampung ceritamu?
Percayalah, bukankah kita telah mengikrarkan janji percaya satu sama lain?
Bila alasanmu tak mau membeberkan semuanya karena malu. bukankah itu berarti kau menyimpan perasaan pada kisah lalu mu?

Aku masih duduk manis dan menyiapkan kopi untuk menikmati kisahmu selanjutnya. Aku tunggu, selalu.
Karena dia dan kamu
Karena keluguanku
Karena kisah masa lalumu, tulisan ini ada.

Untukmu,
Terima kasih

Sunday, March 10, 2013

temanku "Blackberry", #BBBaru


                “Pin lu berapa?”
                “Minta pin doi dong!”
                “Gue lagi nggak pake paket. Sorry”

                Kata-kata itu sering aku lontarkan sekarang. Semenjak ia menemaniku, hari-hariku kini tak sepi, suara peringatan “PING!!!” terdengar tak sedikit setiap harinya. Ada beberapa orang bilang “teman sejati adalah teman yang selalu bersama kita”. Mulai detik ini kuputuskan, teman sejati adalah Blackberry ku.

                Kini aku mengerti maksud Tuhan membuat handphone lamaku rusak. Tuhan mempertemukan aku dengan Blackberry. Aku tak peduli ketika orang lain bilang, “BB bukan buat pelajar. BB itu untuk business man.” So what? Hatiku telah mantap memilih Blackberry untuk mengganti handphone tuaku.

                Blackberry Onyx 2 berwarna hitam selalu menempel di telapak tanganku. Dengan kartu XL, Blackberry ini makin sempurna. Semakin sering XL memberikan promo dahsyat, semakin aku tak bisa move on dari XL. Tak perlu kukuras habis isi dompet untuk mengaktifkan paket BB XL. XL sangat mengerti aku.

                Aku membutuhkan Blackberry setiap saat. Saat moodku sedang bagus, aku mencari BB untuk membuka twitter dan nge-tweet sepuas-puasnya. Bila mood jelek datang, aku membuka BBM lalu memberi pesan ke teman untuk curhat. Ketika aku sedang berada di tempat yang indah, aku memotret diriku dan mengubahnya menjadi Display Picture di BBM. Fotonya juga bisa di upload di Twitter dengan sangat cepat berkat bantuan XL.

                Seperti pada umumnya, sebaik-baiknya teman, pasti pernah dibikin kesal. Yup! Begitu juga dengan temanku si Blackberry ini. Aku dan Blackberry memang sudah klop. Nggak mau dipisah. Tetapi, kadang, Blackberry ini nggak pengertian denganku. Contohnya, ketika jam pasir mulai datang. BBku jadi tulalit! Mungkin sekarang waktunya aku yang akan memberi perhatian ke teman kecilku ini. Blackberry juga bikin aku badmood ketika lambang baterai menjadi warna merah pada saat aku membutuhkannya. Dan lebih buruk lagi, disekitarku sedang tidak ada stop kontak atau aku yang lupa membawa chargeran! Aaah!

                Oh iya! Aku teringat bila aku sedang tidak sibuk, aku biasa buka twitter dan stalking orang yang sedang aku suka. Lalu, aku follow twitter doi. Awalnya, kami saling mention di twitter, kemudian dia menanyakan pin ku. Aku senang bukan main. Kupeluk dan kucium BB ini sebagai pengganti dia. Kami pun mulali sering BBM-an hingga akhirnya kami sekarang telah... hmm... terimakasih BB-ku! Kau mak comblang ku!

                Yang terpenting dari fungsi BB ku yang lucu ini adalah aku bisa mengerjakan tugas tepat waktu! Aku bisa menanyakan tugas apa saja yang harus dikerjakan pada hari itu kepada teman via BBM tanpa pending berkat bantuan XL. Jika aku tak bisa mengerjakan tugasku, aku akan browsing dan lagi-lagi sangat cepat internetnya karena XL!

                Itulah cerita tentang aku dan teman gadgetku, Blackberry. Aku dan Blackberry saling membutuhkan. Dan kartu XL menyempurnakan.

Saturday, February 16, 2013

pernahkah berpikir bagaimana bila seorang Upik-Abu hobi mengoleksi perhiasan dari intan?

Friday, February 8, 2013

Tiga Mereka dan Satu Aku

WOH WOH WOH WOH

UN semakin dekat!
belajar semakin giat!
teman-teman pada curhat!

LOH KOK?

gila gila gila. temen-temen gue makin kesini makin terlibat cinta segithree men!

semua ceritanya tentang teman-teman gue semua!

yang satu ceritanya gini, jadi temen cewe (A) punya mantan (B). "sumpah win, baru kali ini gue rela ngapa-ngapain demi cowo. pacaran sebelumnya tuh ga" pengakuan A.

tapi, B ini emang orangnya bosenan. mereka putus. B jadian dengan cewe lain. putus. trus ngedeketin cewe lain lagi. spesialnya, target B ini adalah temennya, eh salah deh, sahabatnya A. KACAU GA SIH LOE? Anya kasian guys. tiap kali A curhat ke gue dan gue liat B dan C (sahabat A) berduaan padahal ada A, HATI GUE MERASA PILU! ya Allah...

dan cerita yang lain adalah

gue punya temen. dua. sama-sama berkerudung. alim. islamnya kuat. pinter. cantik. tapi yang satu gaul, yang satu kalem. dan mereka mendambakan satu orang. sayangnya lagi, mereka gatau perasaan orang itu.

misalkan gue punya temen namanya 1. dia udah suka sama si cowo ini (2) sejak TK. bayangin! temen kecil. lucu ga sih?

2 ini tadinya respon 1, tapi makin lama si 2 makin dewasa dan dia (bisa dibilang) lost contact dengan si 1.

gue yang tadinya ga kenal 1, akhirnya bertemu dan 1 curhat mulu tentang 2. gimana dia masi ngarep, masi berjuang nolak cowo-cowo yang mau ama dia, berjuang. hingga akhirnya dia melakukan kesalahan yang fatal, menurut gue, dia jadia dengan orang lain. entahlah. dia nanya 'win lu kenal ga cewe yang deket sama 2?' gue gatau. setau gue malah gada. yaudah gue jawab ala kadarnya. 1 udah kuliah, dan kita jarang bercerita.

baru kemaren gue ada acara di sekolah dan.... you know what. gue ketemu ama si target (3) yang di tanyain si 1!!!! temen gue juga. dan gue nyari blognya dan... well... entahlah... mereka yang cinta si 2 kenapa gue yang miris nginget-nginget cerita mereka berdua.

sakit.

kasian mereka harus nunggu. si 2 ga ngasih satu keputusan pun, itu yang gue tangkep. si 1, dia milih berjuang nahan, mencoba buat ga ngarep lagi, mencoba dengan cowo lain walaupun dibelakang masi nanya kabar 2 ke gue. si (3) sepertinya lebih milih untuk ga menggubris persoalan cinta ini.

untuk mu 2...

plis lu emang cowok yang pinter agama, pinter belajar, pinter jadi cool, apa lu mau pinter nge php-in orang? entah kenapa, gue percaya si 2 punya kejutan setelahnya. nanti. ketika dewasa...


sedih sekali dengan cerita-cerita diatas, seperti bagian dari mereka. klasik kisahnya. klise untuk sebuah skenario drama ftv, namun untuk kehidupan real apakah tidak terlalu ironis?

Thursday, January 24, 2013

kuat untuk lemah

aku kuat, takkan kubiarkan siapapun memandangku remeh. tak ku izinkan pandangan kasihan itu menatapku. aku ini orang yang berkuasa. tak akan patuh semua peraturan tanpa alasan yang masuk akal. aku ini punya mulut, punya suara. ku tak suka? aku akan menyingkirkan hal-hal yang menjadi sampah. aku ini ada. bersiap-siaplah mati bila kau tak mengacuhkan ku. aku ini pemimpin. aku punya negara dan kalian semua adalah boneka ku. jadi? kalian harus tunduk padaku. aku ini tangguh, jadi bagi kalian yang punya mimpi untuk menjatuhkan ku, bersiap-siaplah untuk bangun dari mimpi. aku ini lebih dari yang kalian tahu. kau memakiku? aku akan balas memakimu hingga telingamu tuli! kau ingin melawan ku? kau harus membawa armada sejagad raya dan baru aku akan kalah, mungkin. dan kau tahu... tak ada
ampun untuk kalian, kecuali orang yang benar-benar baik. hahaha! sayangnya kawan, didunia ini tidak ada yang benar-benar baik.

bisakah? bisakah aku melakukan semuanya? tentu! aku selalu bisa. benarkah? benarkah itu semua? tentu! aku selalu benar.

jadi... cukupkah itu memperingatkanmu? cukupkah potongan-potongan kalimat itu membuat kalian jera? cukupkah itu membuat ku terlihat tegar?

CUKUP! aku sudah sampai pada batas energiku. aku lelah. terlalu lelah hingga tak mampu untuk berpura-pura kuat lagi. energiku habis hingga tak mampu mencari orang yang tepat untuk mendengarkanku. kemana kalian yang disebut 'teman-teman'? cuma sebagai formalitas yang memenuhi daftar teman di jaringan sosial. bullshit! sampah!

aku terlalu lemah hingga nafas pun kadang ku tak mau. lemah untuk mencari pendengar yang baik. hanya mendengar isakan tangis ku, itu sudah lebih dari cukup.

bisakah kau menebak kapan ku berbohong menjadi diri sendiri? ketika ku berbohong untuk kuat, ketika ku benar-benat kuat. dan saat ku berbohong menjadi lemah, hingga saat aku sangat lemah. bisakah kau mengetahuinya?

bisakah kalian membantuku saat ku butuh pertolongan tanpa ku memintanya? bisakah kalian memenuhi keinginanku tanpa ku menyebutkannya? bisakah kalian menopangku saat ku berpura-pura kuat?

aku lemah dari yang kalian tahu. aku bukan apa-apa dibandingkan kalian yang mungkin benar-benar 'ada' di bumi. aku hanya manusia yang bila aku tiba-tiba ditelan bumi, mungkin kalian tak ada yang sadar.

Friday, January 4, 2013

menang.....


Weleh weleh berhubung lagi malas untuk baca novel atau buat cerpen, lagi pengen ngisi blog dengan curhat *senyum alay.

Entahlah kenapa postingan-postingan gue berasa banyak banget yang baca ya. Padahal yang ngeview blog gue baru......... sudahlah :”

Okay. Gue mau cerita kalo gue itu seneng banget pas akhir tahun. Bener-bener happy ending. Sweet ending. Kenapa? Karena gue baru ajah menang lomba. Ini lomba bukan sembarang lomba. Bukan lomba agustusan apalagi lomba septemberan *taktakdes sepertinya gue ketularan hasbi (buat yang nggak tau hasbi itu apa, bersyukurlah. Lebih baik nggak tau :”)

Okay. Balik ke lomba. Jadi, sebuah organisasi hijau Indonesia: Indonesia Menanam ngadain lomba fotografi yang temanya interaksi manusia dengan tumbuhan. Gue tergiur banget ama lomba ini. Hadiahnya men!!! Juara 1 dapet Canon EOS 7D, juara 2 dapet iPhone 5, juara 3 dapet Samsung Galaxy apa gitu. Parah. Kece tornado tuh hadiah.

Pertama sih yang ada diotak gue ya foto orang lagi nanem pohon. Alhasil, foto ini yang gue kirim.


Karena nggak ada batas maksimal pengiriman foto, gue iseng nge-upload koleksi foto gue dulu. Berhubung jurinya ngejelasin kalo fotonya nggak harus lagi nanem, dan entah kenapa gue ngirim ini bro...


Setelah gue yakin dengan 2 foto terbaik gue, gue ama andi liat-liat foto peserta lomba lainnya seluruh indonesia dan..... wow mereka semua niat!akhirnya gue ama andi punya rencana untuk hunting photo ditempat terpisah. Doi di puncak, gue di Kebun Raya. Tapi kita sama-sama pinjam kamera temen. Nasib nggak ada kamera  bung.

Dan ini foto-foto yang nggak jelek-jelek amat dari foto-foto yang gue ambil.

alam, rumah kita
save the leaf, tree and earth!

well emang rada absurd sih. tapi yaa...

Atas perjuangan jono, gani, andi dan gue yang begadang selama seminggu, akhirnya nama andi (lazuandi) ada di nomor.... 

makasi buat Allah udah ngijinin punya kamera lebih awal, udah ngijinin menang. subhanallah o:) makasi temen-temen udah mau membantu, khususnya team yang suka ngeguyon: 5nanometer wkwkwk (jonojanulgani dan andi). untuk model dadakan, thanks banget udah mau disuruh-suruh ama gue, ujan-ujanan dan manjat pohon wahahaha tika dan reno peyukyukyuk.



an amateur photographer,
                                                                                                   winda

Monday, December 31, 2012

tahun baru = kembang api? OH NO!!!


Hulaa guys!

Selamat tahun baru 2013 yaa

Seneng ga tahun baru ini? Seneng kan? APA?! Ada yang nggak seneng?? Mau hidup kaya apa sih lu yang ga seneng sama taun baru lu? Masih beruntung ramalan-ramalan bullshit itu salah dan Allah masih ngasih kesempatan. Winda? Ko? Lu sakit ye bisa ngomong begini. Cie

TAHUN BARU = KEMBANG API?

Ya ampun. Kasian banget bumi ini, guys. Semakin kalian seneng sama kembang api semakin pendek umur bumi dan kita. Karena kembang api itu dapat merusak ozon, terutama asapnya. Apalagi saat tahun baru gini, kalo semua negara nyalain kembang api tepat pukul 00.00, berarti satu hari di langit bumi diserang sama kembang api yang jahat. Coba kalo lu liat bumi dari luar angkasa, lu bakal ngeliat kembang api yang tak henti-hentinya. It’s so pathetic!

Berarti...

TAHUN BARU = KEMBANG API = MAKIN TIPIS OZON

Itu baru efek dari kembang api. Belum efek dari budaya indonesia, kalo tahun baru itu wajib bakar-bakaran. Bakar ini lah, itulah. Tinggal nunggu kapan kita kena bahaya sinar UV ajah nih.

Andai...
kembang api diganti jadi pohon. Bisa?
Kembang api diganti jadi gerakan hijau. Bisa?
Kembang api diganti jadi perayaan Earth Hour. Bisa?
Kembang api diganti jadi car free day. Bisa?
Kembang api diganti jadi doa kita untuk bumi. Bisa?

Semoga tahun baru nanti kita bisa memperbaiki diri sendiri. Lebih menyayangi diri sendiri, sesama manusia dan bumi. Kalo kita buat gerakan hijau pas tahun baru kan kita bakal makin sering ketemu tahun baru-tahun baru berikutnya.

Weits, tenang. Gue nggak makan omongan gue sendiri ko. Tahun baru ini gue Cuma buat kue doang kok dirumah. Nggak bakar-bakaran. Nggak main kembang api atau keluar rumah buat excited ngeliat kembang api pukul 00.00. ha

Yaa Alhamdulillah, tahun baru ini doa gue di kabulin ama Allah. Doa gue pas tahun baru 2012 itu bisa ketemu di tahun baru 2013. See?

Monday, December 24, 2012

vote me please :3

hula teman biru....

udah lama ga nongol disini. maaf ya. udah lama ga ada cerita pendek. maaf ya. udah lama ga nyepam. maaf ya

ga galau, ga ada cerpen. it means sekarang-sekarang gue ga pernah...... ehem hem.... kiwkiw. dikit lagi 5 bulan {} okay lebay.

guys minta tolong bgt! gue minta tolong ama kalian yaa. mau kan bantuin? punya twttr kan??? bantu yaa yg punya twttr!

jadi gini, gue ama andi ikut lomba foto tentang interaksi pohon dan manusia. nah Alhamdulillah salah satu foto kita masuk 20 besar. buat dapetin canon eos 7d yg uwow bgt, GUE BUTUH BANGET VOTE KALIAN, WAHAI TEMAN!!!!!

nah cara ngevotenya GAMPANG banget. tinggal klik ini dan masukin account twitter kalian.

untuk yg ngevote, banyak keuntungannya! pertama, kalian pasti dapet pahala karna bantuin gue o:) kedua, kalian dapet iPod (lupa iPod nano atau iPod touch).

tunggu apa lagi? c'mon. cuma sampe 31 desember nih :(

thank you biruers (?) muah

Sunday, October 7, 2012

bodoh dan kamu


Orang lain bilang aku bodoh. Awalnya aku tak peduli. Namun, waktu menyadarkanku. Dan aku benar-benar merasa paling bodoh ketika aku tetap meneruskan scene ini. Kau tahu hal tolol apa yang membuatku seperti ini? Kamu.

Kau adalah orang yang tak bisa kutelusuri pikirannya. Otakmu tak transparan seperti mereka. Dengan begitu pun aku tahu, kau akan melakukan  hal yang ‘spesial’ untukku.  Sayangnya, hal ‘spesial’ itu tak diharapkan.

Kau adalah manusia terbanyak dan tercepat untuk mengubah ekspresi di wajahmu. Terkadang itu lucu, semakin banyak alasan aku ingin dekatmu. Terkadang itu pahit. Tiap kali kita bertemu, tiap kali itu juga kau diam tanpa alasan. Suasana bernuansa cinta, mengapa kau tiba-tiba bergeming? Mungkinkah hanya aku yang terlena oleh cinta?

Kau adalah malaikat untuk semua orang dan aku tak suka itu. Aku benci ketika teman-temanku membicarakanmu tentang kelakuanmu yang menyenangkan. Kenapa mereka bisa merasakannya dan aku tidak? Kau selalu berkutat dengan otakmu ketika kita berdua dan lagi-lagi akulah yang harus mencairkan suasana. Aku berani sumpah, kita akan diam sampai akhir kalau aku menurut pada ego. Memang, matahari mampu mencairkan salju dikedua kutub. Akankah kau ingat? Aku bukanlah matahari. Aku bukanlah matahari yang terus berbaik hati berbagi kehangatan. Aku hanya matahari palsu yang berusaha membuat salju meleleh. Dan sekarang cahaya matahari palsu itu redup, energinya sekarat. Lelah untuk berpura-pura terang. Matahari itu ingin istirahat, namun ia tak mau membuat kutubnya menjadi salju abadi.

Banyak hal yang kupelajari saat bersamamu. Aku menjadi manusia yang bisa mengalah. Aku belajar darimu. Kau marah, aku mengalah. Kau lelah, aku mengalah. Aku marah? Kau akan lebih marah dan lagi-lagi aku mengalah. Cukup! Terlalu banyak praktek mengalah. Kau memberiku ujian? Itukah tes untuk menurunkan keegoisanku? Aku memang sudah bisa mengalah, kau berhasil. Kau juga berhasil membuatku lemah.

Kau sulit untuk meminta maaf tetapi mengapa begitu mudah mengajarkanku? Aku salah, aku pasti minta maaf. Kau salah, aku minta maaf. Kapan waktumu untuk memperbaiki sifatmu? Sekali lagi, aku lemah.

Jadi, itu adalah peraturan-tak-tertulis hubungan-tak-jelas kita?

Aku bertanya keadaanmu. Lalu kau menjawab dan kau tak bertanya tentangku. Aku diam. Aku sakit. Memintamu untuk mengantarku dan kau biarkanku menunggu. Aku diam. Kau bercerita ke teman perempuanmu panjang-lebar, sangat ekspresif. Dan kau hanya membutuhkan tak lebih tiga kata untuk menjawab aku. Dan aku masih diam.

Begitukah caramu memberi perhatian? Aku memang terlalu naif, tak seperti kamu yang handal dalam urusan cinta. Ironis sekali hidupku!

Kau tahu? Aku rindu saat kita berteman dulu. Saat kau selalu bersifat manis. Mendekat padaku kapanpun. Kau mengirimiku lebih dari satu pesan. Aku ingin kembali seperti dulu. Disaat kau berjuang merebut mahkota hatiku.

Aku ingin mengutarakannya. Semuanya. Namun, aku tahu apa yang akan terjadi sesudahnya. Kau pasti bilang, “kalau kau tak suka, mengapa tak kita akhiri?”. Lalu, apa yang harus kujawab?

Dari awal aku tahu akan seperti ini. Tak nyaman. Tetapi, aku bosan memperingatkan diri sendiri untuk tidak bersamamu. Dan sekarang aku harus terima resiko ini. Aku ingin pergi darimu. Ingin sekali. Namun, aku tak mau membuatmu pergi dan jauh dariku. Bisakah kau memberiku solusi?

Friday, September 7, 2012

kutipan novel From Paris to Eternity - Clio Freya

Setelah menyelesaikan "tugas" dari Andrew McGallaghan, Fay Regina Wiranata kembali ke Indonesia, kembali menjadi siswa SMA biasa. Tak secuil pun kisah serunya di Paris ia bocorkan kepada sahabat-sahabat dan orangtuanya.

Fay hampir yakin kehidupannya akan berjalan normal seperti biasa. Namun, ia mendapat kejutan lain yang mau tak mau menyeretnya kembali ke peristiwa di Paris: ia menjadi juara lomba mengarang berbahasa Prancis dengan hadiah kursus singkat selama satu minggu di Paris!

Yakin dirinya tidak pernah mengikuti lomba yang dimaksud, tambahan lagi berita itu disampaikan oleh Institute de Paris yang merupakan kedok penculiknya tahun lalu, Fay tahu ia tidak punya pilihan lain kecuali berangkat ke Paris memenuhi panggilan Andrew.
Hari-harinya ternyata berjalan lebih berat daripada yang ia sangka. Selain mendapatkan pengawasan dari rekan Andrew bernama Philippe Klaan yang sikapnya sangat tidak bersahabat, Fay juga harus menata kembali perasaannya kepada Kent, juga Reno. Selesai melaksanakan tugas, hidup memberikan kejutan lain yang amat mengguncang Fay: pesawat yang ditumpangi kedua orangtuanya mengalami kecelakaan dan orangtuanya dikabarkan meninggal dunia. Fay harus membuat keputusan terberat dalam hidupnya: tetap di Jakarta dengan ketidakpastian akan masa depan, atau pergi ke Paris demi sebuah kepastian masa depan namun sekaligus membuatnya terpuruk sepanjang masa.



Dan ini kutipan yang menurut gue double huwaw banget. Suka banget baca kutipan ini berulang-ulang kali.
1.       “tidak perlu mencari alasan yang masuk akal untuk suatu keajaiban, yang lebih penting adalah akibatnya. Alasan adalah masa lalu, sedangkan akibat adalah masa depan.”

2.       “aku sih bisa kasih seribu alasan kenapa seorang lelaki berbohong kepada wanita...,”

3.       “... but i love you... and will always do.”

4.       Be careful with what you wish for.

5.       life is full of suprises, indeed.”

6.       Fay menggeleng. “aku harus kuliah.”
Kata siapa itu keharusan? Semua yang ada di dunia ini adalah pilihan.”

7.       “... hiduplah untuk setiap detiknya... bila dalam detik ini hidup tak berpihak padamu, percayalah pada detik berikutnya hidup akan menjadi lebih baik. Hanya dengan kondisi mental positif seperti itulah kamu bisa lolos dari apa pun yang menantimu di depan.”

8.       “hidup adalah sebuah pilihan, dengan segala konsekuensinya... terlalu sering seseorang menjatuhkan pilihan hidup tanpa bersedia menerima konsekuensi atas pilihan itu. Ini jalan yang kamu pilih, dan bila ternyata konsekuensinya menyakitkan, then be it,”

9.       “mari kita lihat apakah kamu merupakan golongan orang-orang lemah yang dikalahkan oleh nasib di jalan pilihan sendiri atau kamu akan menjadi penggores nasib yang tidak terjebak dalam konsekuensi pilihan kamu.”

10.   “..., kalau kamu tidak merasa punya kelebihan apa pun, itu berarti kamu tidak menghargai hidupmu sendiri. Semua orang lahir ke dunia ini dengan keunikan dan kelebihan masing-masing. Semakin kamu menyadari di mana keunikan dan kelebihan itu, semakin besar kesempatanmu untuk menemukan tempat di dunia ini, tempat kamu bisa berperan menggerakkan roda kehidupan―itulah bedanya orang-orang yang menjadi penggores nasib dengan mereka yang mengaku menjadi korban keadaan.”

11.   ... kehidupan adalah karunia yang harus dijaga.

12.   ... ia percaya Tuhan Maha Adil dan tidak akan membiarkan hamba-Nya terlantar dalam penantian tak berkesudahan.

13.   “tidak selamanya kita bisa mempertanyakan keputusan Yang Maha Kuasa. Selalu ada maksud dari semua kejadian yang menimpa kita, tapi kita tidak akan pernah tahu hingga yang Mahakuasa memberikan pengetahuan itu.”

Friday, August 24, 2012

naif

kita hanya dipermainkan oleh nafsu
kau dan aku
masih terpenjara di masa lalu

kau telah buta sepenuhnya
alasan mengapa kau tak tahu

sedangkan aku
masih ada celah untuk melihat
untuk tersadar

namun
aku memilih untuk diam
menerima segala kenyataan
tak ingin mengubah apapun
tak ingin membuatmu jauh

dan
dengan begitu pun aku tahu
aku telah memilihmu

Sunday, August 12, 2012

untitled

aku merebahkan tubuh di rumput hijau yang tampak segar. mencoba menikmati indahnya malam, sambil mengirup aroma tanah. kau datang dengan suara motor kesayanganmu. aku mencoba tenang, berpura tak peduli dengan kehadiranmu. menutup mata dan mencoba melepaskan penatnya kehidupan monoton ini.

kali ini, aku benar-benar tak ingat dengan keberadaanmu di sini. terlalu fokus mendengar bunyi jangkrik dan pendapat-pendapat monolog di otak.

tiba-tiba aku mendapatkan tanganku telah digenggam. jarimu melingkar penuh tanganku yang mungil. cara yang sederhana untuk membuatku merasa aman bersamamu.

aku masih menutup mata. membiarkan kulit ini yang merasakan hadirnya dirimu. kau mulai memainkan kebiasaanmu. menelusuri tiap detail jari-jariku dengan ibu jarimu. lembut.

aku masih bergeming. bersyukur Tuhan telah mendatangkanmu untukku.

jemariku bertaut dengan punyamu. kita menggenggam erat seakan takkan lepas bagai mata rantai. kau berbagi kehangatan. mengalirkan panas tubuhmu ke dalam telapak tanganku. hangat.

kuberanikan diri untuk membuka mata. hanya langit tanpa bintang yang kulihat. hembusan nafasmu membuatku menoleh. kulihat wajahmu tersenyum. senyum yang tenang dan tulus. seyuman yang tersirat perhatian. aku hanya bisa membalasnya dengan dua sudut bibir terangkat kaku. berharap kau bisa membaca keadaanku yang buruk.

tangan kokohmu membelai pipiku lembut. aku tak kuasa menahan hasrat untuk mengutarakan semua problema kepadamu. namun, bibir ini masih enggan untuk bergerak.

alih-alih, perlahan, aku menyandarkan kepala dibahumu dan menutup mata. kau membuatku merasa lebih baik dan kuat kembali. membuatku merasa bisa menghadapi masalah. merasa aku berada di tempat paling aman. merasa aku telah memiliki semua yang kuinginkan.

seketika aku jatuh ke dimensi lain dan berharap akan bertemu denganmu lagi di mimpi ini.

entah sihir apa yang telah kau gunakan. aku menikmati euforia-euforia ketika disisimu. ketika aku bisa menjadi diri sendiri. ketika aku bisa bersandar kepadamu. dan ketika aku bisa menumpahkan segala bebanku. i addicted you.


untuk kamu,
terimakasih…






nb: projek ini dari tanggal 11 juli. maaf kalo jelek. salam biru teman!

Friday, July 20, 2012

weakness or weakless?


Hidup oh hidup. Bener-bener nggak bisa ditebak dan rumit! It sounds cliché, isnt it? Ya, tapi emang bener gitu adanya. Oh wait, gue belum pernah curhat disini kan, ya? Okay, anggap ajah karangan-karangan itu bukan cerita pribadi gue. Emang bener kok. I swear! Sebagian sih...

Nggak ada cewek yang sepenuhnya lemah. Dan sebaliknya, nggak ada juga cewek yang bener-bener kuat. Hmm, terkadang capek juga sih berpura-pura “okay, i can handle it!” padahal dalam hati butuh pertolongan. Cewek-cewek kayak gitu biasanya berharap temannya menawarkan pertolongan lebih dahulu. Si cewek ini punya prinsip nggak terlalu butuh pertolongan dari temannya kalo dia masih bisa mengerjakan walopun, yaa, sulit.

Terus? Apa hubungannya sama gue? Nggak ada.

Hmm. Bingung sama temen-temen gue yang masih ‘kasyar’ ama gue dalam verbalnya. Yang cewek mungkin nganggep gue penopang dia. Apa-apa gue. Ini-itu gue. Yang capek? Gue. Hello, gue bukan nyokap lo, girl! Yang cowok... kayanya sih mereka nganggep gue sejenis mereka. Bisa diajak ber’kasyar-kasyar’ ria. Hai cowok yang disana, gue manusia kali―okay, ralat―gue cewek juga kali.

Gentle kah anda bersikap ‘kasyar’ ama cewek? Iwwh.

Oya, ada cerita. Gue punya temen. Cowok. Lagi suka ama temen gue. Mereka baru ajah ketemu. Kalo ama si temen ceweknya sih baik banget temen gue yang cowok itu. Eh kalo ama gue? Sengdah! Berasa tukang ojek. Mainnya bener-bener kasar ampe makan ati. Disini mesti diluruskan: im not jealous! Cuma yaa... merasa terdiskriminasi. Mungkin.

Ah masih bener-bener kesel hari ini! Nggak tau mesti gimana biar lega. I think its the best way: Cerita di blog wk.

Malah ada temen gue yang baru setahun kenal, dia yang baik bingit ama gue. Sabaran, lembut dan peduli. Teman idaman sekali. Muah! Berharap teman-teman gue yang kasyar-kasyar bisa kaya doi yang satu itu. Nyaman.

Kadang iri sih ama cewek-cewek yang lemah terus gampang gitu dapet... dapet apa ya? Ya gitu deh. (jadi ceritanya gue cewek kuat nih? Cie winda. *ganti username fb: Winda si Cewek Yang Tidak Lemah). Larutan ajah punya titik jenuh, masa manusia engga? Yup, sekarang lah gue ada di titik kejenuhan gue. Cukup banget yang namanya pura-pura atau sok-sokan kuat. Tapi ya percuma, emang udah kebiasaan begitu. Image gue pun udah terlanjur kaya gitu. Nanti kalo berubah kaya yang lain nanti disangka sok insecure lagi. Mungkin jalan yang terbaik: bersikap lembut ke gue. Kalo temen-temen gue lembut, guenya jinak kok (kaya binatang?). tapi kalo guenya kasar jangan dibales kasyar juga kali. Ajarin makanya biar jadi nggak kasar.........

Cewek lemah itu bukan berarti dia sok insecure atau minta perhatian ini-itu atau manja. Bisa jadi, karena dia udah nggak sanggup untuk berpura-pura kuat lagi.

Salam mellow!                                                                                                                                                                                                                                  

Wednesday, July 18, 2012

kutipan novel Rain Affair - Clara Canceriana


Rain Affair ini karangannya mbak Clara Canceriana. ada yang udah baca? apa masih ada yang belum baca? yuk deh baca kutipan novel ini yang menurut gue pribadi sih: keyen B) 

Apa gunanya sih punya pacar, tapi rasanya masih seperti menjomblo?

Fashion is my soul.

Kadang-kadang perasaan mesti dikorbankan atas nama profesionalitas.

“Kadang egoisme seseorang bisa lebih banyak berpengaruh ...”

did you know that some relationships get broken just because they didnt trust each other?”

“yah, ketika ada orang lain yang melihat semuanya tampak baik-baik saja, nggak bakal dirasakan sama oleh orang itu sendirikan? Cuma orang itu sendiri yang tahu gimana rasa sebenernya.” 
“Iya.kan nggak semua orang bisa ngerasain apa yang kita rasa.” Lea seperti maling yang tertangkap sedang mencuri! Untunglah, tatapan Nathan sama sekali tidak terasa menyudutkannya.
“tepatnya nggak ada yang bisa ngerasain apa yang sama persisi kita rasain. Betul, kan?”
Mata bening Lea mengerjap, menatap Nathan. Ada sesuatu yang tampak dipikirkannya, entah apa. Tapi, Lea tidak langsung menjawab peryanyaan Nathan. Dia menelan ludah sambil memalingkan wajahnya dari tatapan Nathan.
“ya. Meskipun kita berkata kalau kita bisa merasakan apa yang orang rasakan. Kenyataannya semua itu bohong.”
“nggak juga.” Lea terbelalak. “Ada yang memang hanya berbasa-basi berkata demikian, ada juga yang mengalami hal serupa. Jadi dia bisa bilang merasakan perasaan yang sama. Tapi tidak persis.”

“kadang orang nggak bisa mengeluarkan apa yang dia rasa.”
          Nathan setuju. “karena itu, tidak perlu dipaksakan. Ada orang lain yang akan mengetahui perasaan yang kita simpan sendiri. Kalau dia tulus membacanya dengan hati.”

“..., tapi secuek-cueknya cowok, dia nggak mungkin nelantarin ceweknya.”

..., tidak akan ada yang pernah tahu bagaimana perasaan cinta itu mucul.

Hubungan yang dirahasiakan, lambat laun pasti akan terbongkar.

“Thanks, Le. Lo menyadarkan gue dari kebodohan.”

Tapi, bukankah menunggu adalah hal yang wajar?

“..., cinta itu sesuatu yang membahagiakan. Kalo lo justru tertekan, itu namanya bukan cinta.”

“hubungan seseorang nggak akan berjalan mulus kalo cinta itu nggak ada. Cinta itu tulus...”

“..., kita nggak akan pernah bisa memiliki sesuatu yang memang bukan untuk kita. Apa pun usaha lo, sekeras apa pun usaha lo. Just wake up, dear.

“sekarang atau nanti, apa bedanya?”

“gue lupa dengan diri sendiri,” sahut Noah. Gamang. “Udah terlalu lama gue nggak memikirkannya. Sesuatu yang menyenangkan untuk diri gue karena memang semuanya itu udah nggak bisa gue gapai. Gue bisa apa?” 

“Lea mencintai lo. Rasa cintanya terlalu besar untuk lo dan sebuah anugerah karena ada seseorang yang memiliki perasaan seperti itu,”

“Sebagai sahabat yang baik, nggak sepatutnya ada perasaan direpotkan atau ngerepotin. Yang ada kita harus selalu siap untuk membantu, baik itu lagi sedih, kek, lagi suntuk, kek, atau lagi happy kayak sekarang.” 

“untuk apa? Uang bukan segalanya, No. Apalagi untuk bantu temen sendiri.”

“perasaanku berubah, tanpa pernah bisa aku kendaliin.”

“... semua orang pernah melakukan kesalahan. Yang terpenting bukan pernyesalannya, tapi gimana lo belajar untuk nggak mengulang kesalahan yang sama.”

“intinya, cowok nggak akan berkorban sampai seperti itu kalau bukan untuk perempuan yang dia sayang.”

“..., setiap orang punya caranya sendiri unruk menunjukkan kasih sayangnya. Terkadang, dia buta dengan rasa sayang itu, hingga jalan yang dia tempuh mungkin salah. Dan, kita langsung men-judge orang itu dengan sesuatu yang buruk...”

“Nath,” panggil Lea pelan. “Lo nggak cari pacar?”
Nathan merasakan darahnya bergejolak
“emang kenapa? Gue keliatan nggak laku?”

Cinta yang dipaksakan tidak pernah memberikannya kenyamanan.

“Cowok masih banyak. Nanti gue pasti dapet yang jodohnya gue.”

“Dengan dia kamu pasti bahagia.”